Terimalah Ketidaksempurnaanmu dan Orang Lain

“Ketidaksempurnaan bukanlah kekurangan; itu adalah pengingat bahwa kita semua menghadapi masalah ini bersama-sama.” – Brené Brown

Rekan-rekan Pembelajar sekalian, bagaimana kabar hari ini? Semoga hari ini rekan-rekan sudah mempersiapkan hati dan pikiran untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.

Pada suatu ketika saya menghadiri suatu acara bersama teman, dan di awal acara teman saya terus ngomel tentang beberapa hal, mulai pakaian pembawa acara, tata warna panggung, cara bicara pembawa acara dan beberapa hal lagi. Kemudian dia mulai mengatakan bagaimana “seharus”nya menurut pandangannya.
Saya tadinya diam saja mendengar keluhannya, tapi lama-lama panas juga telinga ini. Akhirnya saya katakan kepada teman ini, supaya dia menerima situasi yang tidak mampu diperbaiki olehnya. Kemudian mencoba menikmatinya sebagai suatu hal yang menunjukkan bahwa kita memang hidup ditengah dunia yang tidak sempurna.

Rekan-rekan, memang kesempurnaan dan kedamaian dalam diri (Inner peace) selalu bertolak belakang. Sebab saat kita mengharapkan segala sesuatu berjalan sempurna sesuai keinginan kita, dan kenyataannya tidak demikian, maka pada saat itu diri kita menjadi gelisah.
Seperti dikatakan oleh Brené Brown yang adalah seorang profesor dan peneliti University of Houston dan juga telah 2 dekade mempelajari tentang Keberanian, kelemahan dan empati (courage, vulnerability, and empathy) dan penulis buku best seller “The Gift of Imperfection”. Bahwa ketidak sempurnaan adalah sesuatu yang perlu diterima sebagai bagian dari hidup (bersama).

Dengan demikian, rekan-rekan sekalian, jika kita berhadapan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, maka janganlah kita terus fokus ke hal tersebut, namun lihatlah gambaran besarnya sehingga menyadari bahwa hal tersebut hanyalah bagian kecil saja.
Dengan berhenti mengeluh dan menghakimi hal-hal kecil tersebut, sebagai bagian dari hidup maka kita akan dapat lebih menikmati hidup.
Keuntungan lain dari menerima ketidaksempurnaan adalah kemampuan melihat peluang “perbaikan” atau dalam bahasa lain peluang inovasi. Disinilah para penemu (inventor) mampu mengubah ketidak sempurnaan menjadi peluang.

Rekan-rekan pembelajar, dengan menerima ketidaksempurnaan maka pada akhirnya kita justru menemukan kesempurnaan dalam hidup itu sendiri. Yang akhirnya membuat hidup kita menjadi lebih tenang dan bahkan menjadi produktif.

Untuk itu mari kita mulai belajar untuk menerima ketidaksempurnaan, baik diri sendiri maupun orang lain.

Bandung, 3 April 2024

Bro Tjandra

Rekan seperjalan dalam pembelajaran

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *